Beginilah sistem sederhana dari listrik prabayar

Kategori  ,   -  Komentar    

Teknis dan Operasional

Secara teknis operasional sistem listrik prabayar dikenal ada 2 sistem yaitu sistem 1 arah (one way) dan sistem 2 arah (two ways).
Perbedaanya adalah :
1 arah : Komunikasi antara meter prabayar dengan vending sistem adalah melalui media token berupa 20 digit angka yang dimasukkan pada keypad kWh meter prabayar.
2 arah : Komunikasi antara vending sistem dengan meter prabayar melalui media smart card/smart key yang diisi ulang melalui card charger/card reader kemudian dimasukkan pada kwh meter prabayar.

Sistem listrik prabayar yang digunakan di sini adalah sistem 1 arah. Sistem One way bekerja dengan membentuk suatu protokol multi operability (berjalan disemua platform) baik secara vending system (sistem pembuat Token) maupun multi vendor supplyer Meter. Protokol komunikasi Sistem ini disebut dengan STS yaitu Standard Transfer Spesification (STS) yang merupakan pengembangan dari standar internasional yaitu IEC 62055-41 Payment Metering System. Standar untuk sistem 1 arah merupakan standar terbuka (multi vendor),dimana beberapa merk kWh meter prabayar bisa digunakan pada Vending sistem prabayar dengan Standar STS.

Perusahaan pengguna Vending System /meter prabayar 1 arah harus mendaftarkan diri kepada Asosiasi STS untuk mendapatkan Nomor Suplly Group Code (SGC) yang akan digunakan sebagai salah satu data untuk enskripsi token. Token yang berupa 20 digit angka diproduksi oleh vending system ini unik dan mempunyai tingkat keamanan sangat tinggi yang merupakan hasil enskripsi dari STS security module yang terdiri dari :

1.Nomor serial meter.
2.Index tarif.
3.Nilai kwh yang dibeli.
4.Nomor suplly group code (SGC).


Teknis Dan Operasional Mekanisme pembelian listrik prabayar mudah dan efektif dengan cara pelanggan membeli token/voucher yang berisikan 20 digit angka,kemudian angka tersebut diisikan kedalam meter prabayar,listrik sudah bisa digunakan. Pelanggan mengisi ulang jika kredit kWh sudah akan habis/habis,jika tidak diisi ulang pada saat kredit kwh habis,sambungan listrik akan terputus secara otomatis sampai pengisian ulang berikutnya.
Kwh meter prabayar berbeda bila dibandingkan kwh meter yang biasa dipakai selama ini (pascabayar),terbuat dari meter elektronik dipasang dipelanggan yang diguna-kan untuk mengukur pemakaian listrik pelanggan dan memantau serta mengontrolnya.

Kwh Meter prabayar meter ini dilengkapi dengan display informasi,keypad untuk memasukkan angka kode token atau perintah lainnya.Meter ini mempunyai jenis kompak,dimana meter unit menjadi satu dengan keypad unit dan meter jenis split,dimana meter unit terpisah dengan keypad unit (dihubungkan dengan kabel data).
Untuk meter jenis kompak pemasangannya pada bangunan pelanggan dengan letak meter yang mudah dikontrol dan dijangkau,sedangkan untuk meter jenis split,pemasangan meter unitnya dipasang secara mengelompok dalam box ditiang atau pada box khusus,sedangkan keypad unitnya dipasang pada masing masing bangunan pelanggan (didalam bangunan)sehingga mudah dikontrol dan dijangkau.

Meter ini mempunyai beberapa fungsi atau fitur antara lain sebagai berikut :
1.Mempunyai nomor seri unik sesuai STS
2.Kontaktor untuk menghubungkan atau memutuskan koneksi listriknya
3.Low credit warning (visual dan audible)
4.Tamper switch detection
5.Programable trip current.
6.Memiliki memori yang tidak terhapuskan (non Volatile memory)
7.Menyimpan data historical pengisian token sebelumnya.
8.Pada display LCD dapat ditampilkan sisa kredit kwh,daya yang dipakai,status kontaktor,jumlah kWh yang dipakai sejak dipasang,informasi balik saat menerima token serta informasi lain.


Implementasi listrik prabayar.
Costumer information system (CIS) yang ada di unit-unit pelayanan juga berfungsi untuk proses administrasi pelanggan listrik prabayar (disamping pelanggan biasa) serta menggunakan jaringan WAN / LAN yang sudah ada.
Sedangkan server data center listrik prabayar serta vending server ditempatkan di kantor distribusi DJBB.Untuk software vending system listrik prabayar menggunakan software jadi yang dibuat oleh vendor listrik prabayar anggota STS dengan kostumisasi sesuai kebutuhan.
Penjualan token dilakukan secara online menggunakan delivery channel Bank (Payment Point Online Bank,ATM,Teller Bank),kantor pos atau downline lainnya.

Implementasi listrik prabayar penjualan token rencananya juga bisa dikembangkan dengan penjualan fisik kartu voucher,sedangkan untuk komunikasinya akan bekerjasama dengan network/provider komunikasi selular.
Untuk mengaktivasi voucher kirim SMS ke SMS center prabayar berupa nomor meter dan nomor voucher (yang sudah digosok),kemudian akan mendapatkan balasan SMS berupa jumlah kwh yang dibeli,nilai pembelian dan 20 digit nomor token pada ponsel.
Kartu coucher fisik isi ulang bisa diperoleh di toko/supermarket/wartel atau retail lainnya.Aplikasi Vending system adalah server dengan management vending system yang berlokasi di Kantor distribusi (ADC) DJBB dan vending unit disisi client yang berlokasi di APJ-APJ.

Vending Unit di APJ hanya digunakan untuk engineering token/pemeliharaan.Vending sistem dimungkinkan untuk melayani 99 macam golongan tarif dengan harga tarif yang flat ataupun sesuai keinginan.Pelaksanaan/implementasi listrik prabayar secara meluas sebaiknya golongan/tarifnya ditetapkan oleh PLN Pusat (sudah terbit) dengan tarif yang lebih menarik/rendah dari pada tarif regular.Struk token dicetak oleh mesin ATM /Teller/PP Online yang menampilkan data pelanggan,idpel atau nomor meter,nilai rupiah pembelian,jumlah kwh yang dibeli,admin bank/pos dan kode token angka 20 digit.


Kode Token ini kemudian dientrykan ke keypad kwh meter prabayar,token tidak adakadaluarsa.Hasil penjualan token listrik prabayar baik berupa kwh jual maupun rupiah pendapatan diakui sebagai penjualan pada bulan berjalan (Sistem cash basis) dan dilaporkan pada bulan berikutnya (TUL III-09).Keberhasilan pelaksanaan Listrik prabayar adalah merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kinerja penurunan tunggakan,penghematan biaya operasional dan meningkatkan arus dana serta merupakan salah satu upaya untuk pelayanan kepada pelanggan dengan memberikan alternatif kemudahan serta mendidik pelanggan untuk turut serta bertanggung jawab terhadap kelangsungan suplai tenaga listrik dengan melakukan penghematan.


- Ditulis dari berbagai sumber.




0 komentar: